Setiap tetes air mataku
Telah kuberikan untuk kisahku
Mengerti tapi tak dimengerti
Cintaku tlah di ujung jalan
Setiap kata dari bibirku
Kadang tak sama dalam hatiku
Tersenyum, dalam hati menangis
Cintaku tlah di ujung jalan
Aku sangat mengenalmu
Aku juga cintaimu
Tapi kau tak pernah ada pengertian
Ku senang, ku sedih
Kau tak mau tahu
Aku sangat mengenalmu
Dulu kau tak begitu
Ku senang, ku sedih
Kau ada denganku
Ku mengerti kau apa adanya
Begitu pun yang kumau darimu
Kau tahu rasanya diabaikan
Cintaku tlah di ujung jalan. . .
Mungkin itu lirik lagu yang pas buat perasaan aku selain RAPUH sama TANYA HATI. Aku emang munafik sama perasaan aku sendiri. Ternyata aku ngga sekuat itu. Kemaren aku bilang aku lagi mati rasa sama yang namanya cinta. Ternyata ngga. Aku ngga sekuat itu. Nyatanya, aku butuh itu sekarang. Seengganya buat sandaran aku dengan semua masalah yang aku hadapin sekarang. Aku butuh orang yang bisa ngertiin aku, seengganya buat ngederin semua masalah aku. Apalagi bentar lagi mau UN. Jujur aja, sampai sekarang aku ga ada semangat semangatnya sedikitpun. Yah, aku butuh penyemangat. Tapi aku ga punya siapa siapa. Cuma keluarga sama temen temen aku aja. Itu emang udah lebih dari cukup. Tapi hati? Hati aku butuh penyemangat. Hati aku butuh penawar dari semua racun racun yang udah masuk hingga menghasilkan sayatan sayatan tipis yang sekarang belum ada penawarnya. Ironis memang. Tapi mungkin ini namanya hidup. Harusnya aku ga boleh ngeluh gini, tapi sekarang aku bener bener down. Aku butuh satu. Aku cuma butuh kasih sayang. Apa aku terlalu berlebihan, ya Alloh?
Emang, aku masih sayang dia. Secara gitu ya, I've been looking for him since the day I heard my first fairytale. He's better than the boy of my dreams, he's real ! He gives me the kind of feeling people write novels about. Lebay sih kedengarannya tapi emang itu kenyataannya. Munafik banget lah kalo aku udah ga sayang dia. Ga segampang itu lah aku ngelupain orang yang udah sempat bikin aku seneng, ketawa ketawa sendiri, yang selalu bikin aku semangat buat ngehadapin semuanya. Lagian kan, don't regret something that once made you smile. Sayangnya, sekarang ga ada lagi kata kata dari dia yang selalu bikin aku senyum. Emang, if you love someone, and they break your heart, don't give up on love ; have faith, restart. Tapi gimana bisa ngerestart kalo keadaannya tetep gini? Andai aja dia tau aku sesayang ini dan bisa ngerti semuanya. And if he could be in my life like he've been on my mind, my life could be sooo easy. Kenyataannya sekarang berbanding terbalik, aku dihadapkan dengan satu kenyataan tentang love that love is much like a wild rose, beautiful and calm but willing to draw blood in it's defense.
So ironic...
I never wanted the stars, never shot for the moon. I like them right were they are.. All I ever want was him. Hey you, I miss your face. I miss your hug. I even miss the arguments that we would have from time to time. I miss you standing by my side. I'm dying here it's clear to see.. There ain't no you, God knows there ain't no me. Don't wanna live, I wanna die if I can't have you in my life. Lebay banget yaa?
But, we must understand that love leaves for a reason but never without a lesson. Because, loves is silent but louder than anything in this world. And miracles usually will come in the most unexpected time. As long as we put our faith in it. I just wish I have eyes at the back of my head, so I can see his face when I walked away. Now, let our bodies intertwine, but always understand that everything, everything ends.
I may have failed but I have loved him from the start. If we're meant to be, then we'll certainly be together again. And every night, I'd pray for the same thing : never to lose HIM. . .
Senin, 01 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
CINTAKU T'LAH DI UJUNG JALAN
Diposting oleh
Rahayu Herawati
on Senin, 01 Februari 2010
Setiap tetes air mataku
Telah kuberikan untuk kisahku
Mengerti tapi tak dimengerti
Cintaku tlah di ujung jalan
Setiap kata dari bibirku
Kadang tak sama dalam hatiku
Tersenyum, dalam hati menangis
Cintaku tlah di ujung jalan
Aku sangat mengenalmu
Aku juga cintaimu
Tapi kau tak pernah ada pengertian
Ku senang, ku sedih
Kau tak mau tahu
Aku sangat mengenalmu
Dulu kau tak begitu
Ku senang, ku sedih
Kau ada denganku
Ku mengerti kau apa adanya
Begitu pun yang kumau darimu
Kau tahu rasanya diabaikan
Cintaku tlah di ujung jalan. . .
Mungkin itu lirik lagu yang pas buat perasaan aku selain RAPUH sama TANYA HATI. Aku emang munafik sama perasaan aku sendiri. Ternyata aku ngga sekuat itu. Kemaren aku bilang aku lagi mati rasa sama yang namanya cinta. Ternyata ngga. Aku ngga sekuat itu. Nyatanya, aku butuh itu sekarang. Seengganya buat sandaran aku dengan semua masalah yang aku hadapin sekarang. Aku butuh orang yang bisa ngertiin aku, seengganya buat ngederin semua masalah aku. Apalagi bentar lagi mau UN. Jujur aja, sampai sekarang aku ga ada semangat semangatnya sedikitpun. Yah, aku butuh penyemangat. Tapi aku ga punya siapa siapa. Cuma keluarga sama temen temen aku aja. Itu emang udah lebih dari cukup. Tapi hati? Hati aku butuh penyemangat. Hati aku butuh penawar dari semua racun racun yang udah masuk hingga menghasilkan sayatan sayatan tipis yang sekarang belum ada penawarnya. Ironis memang. Tapi mungkin ini namanya hidup. Harusnya aku ga boleh ngeluh gini, tapi sekarang aku bener bener down. Aku butuh satu. Aku cuma butuh kasih sayang. Apa aku terlalu berlebihan, ya Alloh?
Emang, aku masih sayang dia. Secara gitu ya, I've been looking for him since the day I heard my first fairytale. He's better than the boy of my dreams, he's real ! He gives me the kind of feeling people write novels about. Lebay sih kedengarannya tapi emang itu kenyataannya. Munafik banget lah kalo aku udah ga sayang dia. Ga segampang itu lah aku ngelupain orang yang udah sempat bikin aku seneng, ketawa ketawa sendiri, yang selalu bikin aku semangat buat ngehadapin semuanya. Lagian kan, don't regret something that once made you smile. Sayangnya, sekarang ga ada lagi kata kata dari dia yang selalu bikin aku senyum. Emang, if you love someone, and they break your heart, don't give up on love ; have faith, restart. Tapi gimana bisa ngerestart kalo keadaannya tetep gini? Andai aja dia tau aku sesayang ini dan bisa ngerti semuanya. And if he could be in my life like he've been on my mind, my life could be sooo easy. Kenyataannya sekarang berbanding terbalik, aku dihadapkan dengan satu kenyataan tentang love that love is much like a wild rose, beautiful and calm but willing to draw blood in it's defense.
So ironic...
I never wanted the stars, never shot for the moon. I like them right were they are.. All I ever want was him. Hey you, I miss your face. I miss your hug. I even miss the arguments that we would have from time to time. I miss you standing by my side. I'm dying here it's clear to see.. There ain't no you, God knows there ain't no me. Don't wanna live, I wanna die if I can't have you in my life. Lebay banget yaa?
But, we must understand that love leaves for a reason but never without a lesson. Because, loves is silent but louder than anything in this world. And miracles usually will come in the most unexpected time. As long as we put our faith in it. I just wish I have eyes at the back of my head, so I can see his face when I walked away. Now, let our bodies intertwine, but always understand that everything, everything ends.
I may have failed but I have loved him from the start. If we're meant to be, then we'll certainly be together again. And every night, I'd pray for the same thing : never to lose HIM. . .
Telah kuberikan untuk kisahku
Mengerti tapi tak dimengerti
Cintaku tlah di ujung jalan
Setiap kata dari bibirku
Kadang tak sama dalam hatiku
Tersenyum, dalam hati menangis
Cintaku tlah di ujung jalan
Aku sangat mengenalmu
Aku juga cintaimu
Tapi kau tak pernah ada pengertian
Ku senang, ku sedih
Kau tak mau tahu
Aku sangat mengenalmu
Dulu kau tak begitu
Ku senang, ku sedih
Kau ada denganku
Ku mengerti kau apa adanya
Begitu pun yang kumau darimu
Kau tahu rasanya diabaikan
Cintaku tlah di ujung jalan. . .
Mungkin itu lirik lagu yang pas buat perasaan aku selain RAPUH sama TANYA HATI. Aku emang munafik sama perasaan aku sendiri. Ternyata aku ngga sekuat itu. Kemaren aku bilang aku lagi mati rasa sama yang namanya cinta. Ternyata ngga. Aku ngga sekuat itu. Nyatanya, aku butuh itu sekarang. Seengganya buat sandaran aku dengan semua masalah yang aku hadapin sekarang. Aku butuh orang yang bisa ngertiin aku, seengganya buat ngederin semua masalah aku. Apalagi bentar lagi mau UN. Jujur aja, sampai sekarang aku ga ada semangat semangatnya sedikitpun. Yah, aku butuh penyemangat. Tapi aku ga punya siapa siapa. Cuma keluarga sama temen temen aku aja. Itu emang udah lebih dari cukup. Tapi hati? Hati aku butuh penyemangat. Hati aku butuh penawar dari semua racun racun yang udah masuk hingga menghasilkan sayatan sayatan tipis yang sekarang belum ada penawarnya. Ironis memang. Tapi mungkin ini namanya hidup. Harusnya aku ga boleh ngeluh gini, tapi sekarang aku bener bener down. Aku butuh satu. Aku cuma butuh kasih sayang. Apa aku terlalu berlebihan, ya Alloh?
Emang, aku masih sayang dia. Secara gitu ya, I've been looking for him since the day I heard my first fairytale. He's better than the boy of my dreams, he's real ! He gives me the kind of feeling people write novels about. Lebay sih kedengarannya tapi emang itu kenyataannya. Munafik banget lah kalo aku udah ga sayang dia. Ga segampang itu lah aku ngelupain orang yang udah sempat bikin aku seneng, ketawa ketawa sendiri, yang selalu bikin aku semangat buat ngehadapin semuanya. Lagian kan, don't regret something that once made you smile. Sayangnya, sekarang ga ada lagi kata kata dari dia yang selalu bikin aku senyum. Emang, if you love someone, and they break your heart, don't give up on love ; have faith, restart. Tapi gimana bisa ngerestart kalo keadaannya tetep gini? Andai aja dia tau aku sesayang ini dan bisa ngerti semuanya. And if he could be in my life like he've been on my mind, my life could be sooo easy. Kenyataannya sekarang berbanding terbalik, aku dihadapkan dengan satu kenyataan tentang love that love is much like a wild rose, beautiful and calm but willing to draw blood in it's defense.
So ironic...
I never wanted the stars, never shot for the moon. I like them right were they are.. All I ever want was him. Hey you, I miss your face. I miss your hug. I even miss the arguments that we would have from time to time. I miss you standing by my side. I'm dying here it's clear to see.. There ain't no you, God knows there ain't no me. Don't wanna live, I wanna die if I can't have you in my life. Lebay banget yaa?
But, we must understand that love leaves for a reason but never without a lesson. Because, loves is silent but louder than anything in this world. And miracles usually will come in the most unexpected time. As long as we put our faith in it. I just wish I have eyes at the back of my head, so I can see his face when I walked away. Now, let our bodies intertwine, but always understand that everything, everything ends.
I may have failed but I have loved him from the start. If we're meant to be, then we'll certainly be together again. And every night, I'd pray for the same thing : never to lose HIM. . .





0 komentar on "CINTAKU T'LAH DI UJUNG JALAN"
Posting Komentar